SP PK 2

  • Uploaded by: novikaana
  • Size: 69.1 KB
  • Type: PDF
  • Words: 722
  • Pages: 4
Report this file Bookmark

* The preview only shows a few pages of manuals at random. You can get the complete content by filling out the form below.

The preview is currently being created... Please pause for a moment!

Description

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Hari/tanggal                   : 12 Maret 2020 Nama klien                 

: Ny.N

No. MR               

:

SP ke / Pertemuan ke    : 2/2

A. Proses Keperawatan 1. Kondisi klien

: Klien sudah mengenal perasaan marahnya dan cara mengontrol marahnya dengan cara fisik yaitu tarik nafas dalam dan pukul kasur atau bantal pada saat pertemuan pertama kemaren dan tampak klien dapat melakukan tarik nafas dalam dan pukul bantal dengan baik.

2. Diagnosa keperawatan

: Resiko Prilaku Kekerasan

3. Tujuan Tujuan umum

: Klien dapat mencegah/mengontrol perilaku kekerasannya dengan cara minum obat dengan secara teratur,

Tujuan Khusus

:

1. Klien mengenal macam-macam obat 2. Klien mengenal manfaat minum obat secara teratur 3. Klien mengenal akibat bila putus obat. 4. Klien mengenal Efek minum Obat 5. Klien mengenal tempat memperoleh obat jika obat habis 4. Tindakan : - Menvalidasi tindakan yang telah dilakukan yaitu latihan fisik tarik nafas dalam dan pukul bantal

-

Mengajarkan pasien cara mengontrol perasaan marah dengan minum obat secara teratur

-

Menganjurkan pasien memasukkan minum obat secara teratur kedalam jadwal kegiatan harian

B. Strategi Pelaksanaan 1. Fase Orientasi a. Salam “Assalamualaikum Ny. N, boleh saya duduk disini?” sambil menunjuk kursi yang ada disamping pasien. “terimakasih” duduk dikursi samping Ny. N b. Evaluasi / Validasi Bagaimana perasaan Ny.N pagi ini ? Apakah Ny.N masih ada perasaan marah atau kesal? Apakah Ny.N ada melakukan cara yang telah kita pelajari sebelumnya? Saya boleh lihat buku jadwal kegiatannya? Bagus, ternyata Ny.N ada melakukannya. c. Kontrak : Topik

: “Baiklah Ny. N.. sesuai janji kita kemaren, sekarang kita akan belajar mengontrol marah dengan cara yang kedua yaitu dengan cara minum obat secara teratur...”

Tempat

: “Dimana kita latihannya Ny. N?”. “Oo.. baiklah, disini saja ya Ny. N..”

Waktu

: “Ny. N mau latihan berapa lama?”. “Baiklah Ny. N, kita latihan 10 menit saja ya..”

2. Fase Kerja “Baiklah Ny. N, kita akan mulai latihan minum obat secara teraturnya ya...”. “Kemaren Ny. N sudah minum obat yang diberikan oleh perawat”. “Ny. N ingat tidak apa-apa saja warna obat yang diberikan itu?”. “Oo.. jadi Ny. N makan obat yang

warna putih, orange dan merah jambu ya..”. “Jadi Ny. N obatnya ada tiga macam ya.. seperti ini kah?”. “Yang warna putih ini namanya THP, yang warna orange ini namanya CPZ dan yang warna merah jambu ini namanya HLP, ketiganya ini harus Ny. N minum tiga kali sehari yaitu pada jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 malam”. “Terkadang setelah minum obat ini Ny. N akan merasa haus atau mulut terasa kering, Ny. N bisa menghisap-hisap batu es untuk menguranginya”. “Bila Ny. N merasa badan tidak enak, mata berkunang-berkunang, Ny. N sebaiknya istirahat jangan beraktifitas dulu”. “Ny. N, ada beberapa cara yang harus diperhatikan sebelum minum obat, pertama lhiat dulu label yang menempel dibungkus obat, apa benar nama Ny. N yang tertulis disitu, selain itu juga perlu diperhatikan berapa dosis obatnya, berapa butir yag harus diminum, waktu memakan obatnya... jam berapa Ny. N harus minum obat tersebut dan juga cara minum obatnya. Ny. N, obatnya diminum terus ya... jangan menghentikan minum obatnya sebelum berkonsultasi dengan dokter yaa..” “Nanti, jika Ny.N telah pulang dan minum obat di rumah, jika obatnya habis Ny.N bisa pergi ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit untuk memperolehnya”. “Yang penting, Ny.N jangan sampai putus obat ya.” 3. Fase Terminasi a. Evaluasi subjektif : ”Bagaimana perasaan Ny. N setelah berbincang-bincang tentang cara minum obat yang benar ..?” b. Evaluasi objektif : “CobaNy. N sebutkan lagi apa yang sudah kita bicarakan tadi...”. “Ya, Ny. N tidak boleh menghentikan minum obat sebelum konsultasu sama dokter”. “Bisa Ny. N sebutkan lagi apa yang harus diperhatikan sebelum minum obat?” “Bagus, Ny. N bisa menyebutkannya dengan tepat…” c. Rencana tindak lanjut

:

“Bagaimana jika minum obat kita masukkan kedalam jadwal kegiatan harian Ny.N?”. “Ny.N masih ingat cara mengisi buku kegiatannya”. “Coba sebutkan”. “Bagus, Ny.N isi sendiri ya..”

d. Kontrak selanjutnya -

Topik

: “Nah, sudah berapa cara mengontrol marah yang kita

pelajari Ny. N?”. “Benar, sudah dua yaitu dengan cara fisik dan minum obat secara teratur dan benar bagaimana kalau besok kita latihan cara yang lain untuk mencegah/mengontrol marah dengan cara yang ke tiga. Ny.N masih ingat?”. “Ya, cara mengontrol dengan verbal”. -

Tempat

: “Ny. N maunya dimana...disini saja ya..”

-

Waktu

: “jam berapa... dan berapa lama Ny. N bersedia besok ...”.

“Baiklah Ny. N sampai jumpa lagi besok..’

Similar documents

SP PK 2

novikaana - 69.1 KB

SP PK

Febri Ngestiutama - 120.4 KB

LP & SP PK

118027 EKA INDRIYANI KHUSAENAH - 140.6 KB

SP PK 4

novikaana - 68.3 KB

LP & SP PK

Irine Bella Priastika - 197.9 KB

SP PK 1 (1)

Lili Sumarni - 95.8 KB

SP PK 4 (1)

Lili Sumarni - 68.9 KB

SP PK 3

novikaana - 66.5 KB

Sp 2

Octavia Nurul - 63 KB

SP 2 HDR -1914301024

Zam Salwa - 89.8 KB

Sp 2 P

Yulian Dwi Putra FJ - 86.9 KB

2726-5507-1-SP (2)

fadia naura - 106.2 KB

© 2022 VDOCS.PL. Our members: VDOCS.TIPS [GLOBAL] | VDOCS.CZ [CZ] | VDOCS.MX [ES] | VDOCS.PL [PL] | VDOCS.RO [RO]