Power Point - Pneumonia - Thirzen

  • Uploaded by: Mohammad Rian Alvian
  • Size: 231.3 KB
  • Type: PDF
  • Words: 1,545
  • Pages: 13
Report this file Bookmark

* The preview only shows a few pages of manuals at random. You can get the complete content by filling out the form below.

The preview is currently being created... Please pause for a moment!

Description

PNEUMONIA DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT

THIRZEN GRIVIN KASENDA 6256

?

Pneumonia (pneumonitis) merupakan proses inflamasi pada parenkim paru yang biasanya berhubungan dengan peningkatan cairan alveolar dan interstisial

.

Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan bawah akut dengan batukdan disertai dengan sesak nafas disebabkan agens infeksius seperti : virus bakteri, mycoplasma (fungi), dan aspirasi substansi asing, berupa radang paru-paru yang disertai eksudasi.

D EF IN IS

I

PNEUMONIA (PNEUMONITIS)

Streptococcus Pneumoniae penyebab utama pneumonia bakterial biasanya berdiam diri pada nasofaring dan muncul tanpa gejala pada 20-50 % orang sehat. Legionella pneumophila bakteri gram negatif,pertama kali dikenal sebagai penyebab pneumonia pada akhir tahun 1970-an setelah terjadi wabah penyakit ini pada konferensi American Legion .infeksi legionella (penyakit legionnaire) kira-kira 7% dari pneumonia yang didapat dari mayarakat dan 10% dari pneumonia nosokomial. Chlaamydia pneumoniae sekarang dikenal sebagai Pneumocystis carini, suatu protozoa parasit, adalah agen penyebab dari pneimonia P.carini (PCP). PCP yang berulang menyerang lebih dari separu penderita AIDS dan sering terjadi penyebab kematian kelompok ini. penyebab tersering infeksi saliran pernapasan akut dan pneumonia Pneumocystis carini, suatu protozoa parasit, adalah agen penyebab dari pneimonia P.carini (PCP). PCP yang berulang menyerang lebih dari separu penderita AIDS dan sering terjadi penyebab kematian kelompok ini.

Pneumonia aspirasi mengrah kepada konsekuensi patologis akibat sekret orofaringeal, nanah, atau isi lambung yang masuk kesaluran napas bagian bawah. Pneumonia hipostatik, adalah pneumonia yang sering timbul pada dasar paru dan disebabkan oleh nafas yang dangkal,dan terus-menerus berada dalam posisi yang sama.

I S A A K I I N F I S MO A L EU K N P

ANATOMI SISTEM PERNAPASAN

Anatomi Sistem Pernapasan Paru-paru merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru mengisi rongga dada. Terletak disebelah kanan dan kiri dan tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastinum. Saluran nafas yang dilalui udara adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat menghangatkan udara sebelum sampai ke alveoli. Terdapat juga suatu sistem pertahanan yang memungkinkan kotoran atau benda asing yang masuk dapat dikeluarkan baik melalui batuk ataupun bersin.

1. Saluran pernafasan bagian atas: Hidung berfungsi sebagai penyaring kotoran, melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paruparu. Faring adalah struktur yang menghubungkan hidung dengan rongga mulut ke laring. Laring adalah struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dengan trachea

2. Saluran pernafasan bagian bawah: Trakea disokong oleh cincin tulang rawan yang berbentuk seperti sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 5 inci, tempat dimana trakea bercabang menjadi bronkus utama kiri dan kanan dikenal sebagai karina Bronkus terdiri atas 2 bagian yaitu broncus kanan dan kiri. Broncus kanan lebih pendek dan lebar, merupakan kelanjutan dari trakhea yang arahnya hampir vertikal. Bronchus kiri lebih panjang dan lebih sempit, merupakan kelanjutan dari trakhea dengan sudut yang lebih tajam.

Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia. Alveoli di paru-paructerbentuk oleh sekitar 300 juta alveoli.

Alveolus memiliki bentuk yang berongga. Terdapat pada parenkim paru paru, yang merupakan ujung dari pernapasan, dimana kedua sisi merupakan tempat pertukaran darah.

FISIOLOGI PERNAPASAN Proses fisiologi pernapasan dimana oksigen dipindahkan dari udara ke dalam jaringan, dan karbondioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi 3 stadium. Stadium pertama adalah ventilasi, yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan keluar paru-paru. stadium kedua adalah transportasi, Stadium terakhir adalah respirasi sel atau respirasi interna, yaitu pada saat metabolik dioksidasi untuk mendapatkan energi, dan CO2 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru. Di dalam paru-paru, karbon dioksida, salah satu hasil buangan metabolisme, menembus membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkial dan trakea, dinapaskan keluar melalui hidung dan mulut. Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau pernapasan eksterna : 1) Ventilasi pulmoner, atau gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar. 2) Arus darah melalui paru – paru. 3) Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga dalam jumlah tepat dapat mencapai semua bagian tubuh. 4) Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih mudah berdifusi dari pada oksigen.

Etiologi dan Faktor resiko

Terdapat banyak penyebab pneumonia, termasuk bakteri, virus, mikoplasma, agen jamur dan protozoa. Pneumonia dapat juga berasal dari aspirasi makanan,cairan atau muntahan atau dari asap beracun atau bahan kimia berbahaya, asap debu atau gas. Pneumonia dapat menyebabkan komplikasi pada orang dengan imobilitas atau penyakit kronis. Pneumonia sering kali mengikuti influensa dan dapat penyebab kematian nomer tujuh di Amerika Serikat dan merupakan penyebab kematian kelima pada orang tua diatas 65 tahun.

Faktor resiko utama untuk pneumonia adalah sebagai berikut : Usia lanjut: pada orang lansia kekebalan tubuhnya menurun sehingga memudahkan sistem imunya terserang oleh bakteri dan virus yang ada dilingkungan sekitar. Dan mengakibatkan pneumonia. Riwayat merokok : orang yang merokok mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak). Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia Infeksi saluran nafas bagian atas : disebabkan oleh bakteri pneumokokus dan memiliki gejala seperti demam,batuk dan pilek karena pengobatan antibiotik yang tidak teratur dapat menyebabkan ISPA berkelanjutan yang berdampak pada pneumonia . Intubasi trakea Imobilitas jangka panjang : Pasien yang lama berbaring menyebabkannya permasalahan adalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri. Terapi imunosupresif

Faktor resiko utama untuk pneumonia adalah sebagai berikut : Terapi imunosupresif: Menghambat proses pembentukan limfosit, meningkatkan infeksi Penurunan sistem imun Malnutrisi Dehidrasi Tunawisma : dengan hidup yang biasa berpindah-pindah(nomaden) memudahkan seseorang terkena infeksi yang di sebabkan oleh bakteri dan virus disekitar mereka tinggal, apalagi mereka yang tinggal dilingkungan penuh dengan orang perokok Penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru kronis, penyakit ginjal dan kanker) Faktor resiko lain adalah disfagia; paparan polusi udara, ganguan kesadaran (dari alkoholisme,over dosis obat,anastesia umum atau gangguan kejang) , inhalasi zat beracun; aspirasi makanan,cairan atau benda asing atau asam lambung dan penghuni asrama merupakan penularan yang paling sering.

Manifestasi klinik Pneumonia awal ditandai dengan salah satu manifestasi berikut: demam, menggigil, berkeringat, rasa lelah, batuk, produksi sputum, dan dispnea. Gejala yang lebih jarang antara lain hemoptisis, nyeri dada pleuritik, dan sakit kepala. Klien lansia mungkin tidak mengalami demam atau gejala pernapasan, tetapi

Gejala pneumonia hampir sama untuk semua jenis pneumonia, tetapi terPeningkatan frekuensi nafasutama mencolok pada pneumonia yang disebabkan bakteri.

GE JA LA ??

mengalami gangguan status kesadaran dan dehidrasi.

Gejala Pneumonia Peningkatan frekuensi napas Deman dan menggigil akibat proses inflamasi dan batuk yang sering produktif, purulen, dan terjadi sepanjang hari Nyeri dada akibat iritasi pleura Sputum berwarna merah karat (untuk Streptococcus pneumoniae), merah muda (untuk Staphylococcus aureus), untuk kehijauan dan bau khas (untuk Pseudomonas aeruginosa). Bunyi crackles, bunyi paru tambahan ketika jalan nafas terbuka tiba-tiba merupakan indikasi adanya infeksi jalan nafas bawah. Bunyi mengi, yaitu bunyi bernada tinggi yang terdengar ketika udara masuk ke orifisium atau lubang yang sempit, sehingga menyumbat aliran udara. Keletihan akibat reaksi inflamasi dan hipoksia, apabila infeksinya serius. Nyeri pleura akibat proses inflamasi dan edema. Biasanya sering terjadi respon subjektif dispnea. Dispnea adalah perasaan sesak atau kesulitan bernafas, yang dapat disebabkan penurunan pertukaran gas. Hemoptisis, yaitu batuk darah dapat terjadi akibat cedera toksin langsung pada kpiler, atau akibat reaksi inflamasi yang menyebabkan kerusakan kapiler.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan foto paru (PA maupun lateral) hanya akan menunjukan dengan jelas kelainan pneumoni klasik,yaitu saat sudah dimulainya stadium hepatisasi, yakni berupa timbulnya infiltrat baru( pada foto beberapa hari sebelumnya tidak ada) yang berbatas agak jelas. Pemeriksaan laboratorium 1. Darah

Pemeriksaan darah rutin akan menunjukan adannya leukositis berat (miring bisa sampai 20000 sel/mm 3). Pemeriksaan diferensial memperlihatkan pergeseran kekiri (sel batang jauh melebihi normal). 2. Analisis Gas Darah

Biasanya digunakan contoh darah arteri untuk analisis gas darah. Arteri radialais (atau brakialis ) sering dipilih karena arteri ini mudah dicapai. 3. Sputum dan Spesimen-Spesimen Lain

Sputum yang berasal dari dalam paru yang sedang diserang pneumoni sebenarnya dapat sangat membantu dalam menentukan diagnosis etiologi dari suatu pneumonia, tetapi hendaknya diingat bahwa ada juga kemungkinan sputum tersebut berasal dari nasofarings. 4. Oksimetri nadi

Walaupun pengukuran gas-gas darah arteri adalah cara terbaik untuk menilai perubahan gas, terkadang terdapat kedaan yang tidak menguntungkan setelah punksi darah arteri dalam mengumpulkan darah untuk dianalisis.

Komplikasi Efusi Pleura Efusi pleura adalah penumpukan cairan pada rongga pleura. Cairan pleura normalnya merembes secara terus-menerus ke dalam rongga dada dari kapiler-kapiler yang membatasi pleura parietalis dan diserap ulang oleh kapiler dan sistem limfatik pleura viseralis. Gagal Nafas akut Gagal napas terjadi bilamana pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju konsumsi oksigen dan pembentukan karbondioksida dalam sel-sel tubuh. Hal ini mengakibatkan tegangan oksigen arteri kurang dari 50mmHg (hipoksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari 45mmHg (hiperkapnia). Atelektasis Atelektasis mengacu pada keadaan terjadinya kolaps alveolus, lobus, atau unit paru yang lebih besar. Atelektasis mungkin disebabkan oleh obstruksi bronkus. Sumbatan mengganggu lewatnya udara ke dan dari alveoli yang normalnya menerima udara melalui bronkus. Udara alveolar yang terperangkap menjadi terserap ke dalam pembuluh darah tetapi udara luar tidak dapat menggantikan udara yang diserap karena obstruksi. Sebagai akibat, bagian paru yang terisolasi menjadi kekurangan udara dan ukurannya menyusut, menyebabkan bagian paru lainnya (sisanya mengembang berlebihan). ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrom) Kondisi ketika cairan menumpuk di kantong udara paru-paru Hipotensi dan syok atau keadaan ketika tekanan darah berada di bawah angka normal Delirium atau gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Similar documents

Power Point - Pneumonia - Thirzen

Mohammad Rian Alvian - 231.3 KB

Fe Power

jp - 446.1 KB

หลักการทำ Power

Chainan Nes Taidamrong - 8 MB

Milenial Power

Els Gallery - 1 MB

Power BB

TANYA BERNICE VILLAPRUDENTE - 640 KB

PR Pneumonia

Obgyn Ginecology - 214.3 KB

Pathway Pneumonia

agustin sukmawati - 74.9 KB

Nagi Powert Point

Nasen Ginikbak - 588.3 KB

MICRO HYDRO POWER

Annisa maghfirah - 508.3 KB

Power N14

Victoria Beck - 2.2 MB

13. power

lemuel sardual - 311 KB

Know thy power.

Ma. Mavel Montederamos - 291.6 KB

© 2022 VDOCS.PL. Our members: VDOCS.TIPS [GLOBAL] | VDOCS.CZ [CZ] | VDOCS.MX [ES] | VDOCS.PL [PL] | VDOCS.RO [RO]