LP SP HDR

  • Uploaded by: fahmi almaakii
  • Size: 326.4 KB
  • Type: PDF
  • Words: 2,287
  • Pages: 12
Report this file Bookmark

* The preview only shows a few pages of manuals at random. You can get the complete content by filling out the form below.

The preview is currently being created... Please pause for a moment!

Description

Visi : Pada tahun 2028 menghasilkan perawat yang unggul dalam penerapan keterampilan keperawatan lansia berbasis IPTEK keperawatan

LAPORAN PENDAHULUAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN HARGA DIRI RENDAH TUGAS KLINIK KEPERAWATAN JIWA

Disusun oleh : M. Fahmi Idrus (NIM. P3.73.20.1.19.019) Kelompok 3/ 3 Reguler A

Dosen Pembimbing : Indriana Rakhmawati, S.Kp. M.Si. MTD(HE)

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III 2021

LAPORAN PENDAHULUAN KLIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH I.

Pengertian Harga Diri Rendah Harga Diri Rendah didefinisikan sebagai evaluasi diri negatif yang berkembang sebagai respons diri terhadap hilangnya atau berubahnya perawatan diri pada seseorang yang sebelumnya memiliki evaluasi diri negatif (Wahyuni, 2017).

II. Proses Terjadinya Masalah Faktor Predisposisi yang menyebabkan timbulnya harga diri rendah meliputi: 1) Biologis Faktor heriditer (keturunan) seperti adanya riwayat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Selain itu adanya riwayat penyakit kronis atau trauma kepala merupakan merupakan salah satu faktor penyebab gangguan jiwa, 2) Psikologis Masalah psikologis yang dapat menyebabkan timbulnya harga diri rendah adalah pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, penolakan dari lingkungan dan orang terdekat serta harapan yang tidak realistis. Kegagalan berulang, kurang mempunyai tanggungjawab personal dan memiliki ketergantungan yang tinggi pada orang lain merupakan faktor lain yang menyebabkan gangguan jiwa. Selain itu pasiendengan harga diri rendah memiliki penilaian yang negatif terhadap gambaran dirinya, mengalami krisis identitas, peran yang terganggu, ideal diri yang tidak realistis. 3) Faktor Sosial Budaya Pengaruh sosial budaya yang dapat menimbulkan harga diri rendah adalah adanya penilaian negatif dari lingkungan terhadap klien, sosial ekonomi rendah, pendidikan yang rendah serta adanya riwayat penolakan lingkungan pada tahap tumbuh kembang anak. b. FaktorPresipitasi Faktor presipitasi yang menimbulkan harga diri rendah antara lain: 1) Riwayat trauma seperti adanya penganiayaan seksual dan pengalaman psikologis yang tidak menyenangkan, menyaksikan peristiwa yang mengancam kehidupan, menjadi pelaku, korban maupun saksi dari perilaku kekerasan.

2) Ketegangan peran: Ketegangan peran dapat disebabkan karena a. Transisi peran perkembangan: perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan seperti transisi dari masa kanak-kanak ke remaja. b. Transisi peran situasi: terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian. c. Transisi peran sehat-sakit: merupakan akibat pergeseran dari kondisi sehat kesakit. Transisi ini dapat dicetuskan antara lain karena kehilangansebahagian anggota tuhuh, perubahan ukuran, bentuk, penampilan atau fungsi tubuh.Atau perubahan fisik yang berhubungan dengan tumbuh kembang normal, prosedur medis dan keperawatan. III.

Jenis Harga diri rendah dapat dibagi menjadi dua yaitu, harga diri rendah situasional dan harga diri rendah kronik. Harga diri rendah situasional adalah keadaan dimana individu yang sebelumnya memiliki harga diri positif mengalami perasaan negatif mengenai diri dalam berespon terhadap suatu kejadian. Apabila dari harga diri rendah situasional tidak ditangani segera, maka lama kelamaan dapat menjadi harga diri rendah kronik.

IV.

Fase-fase tanda dan gejala pada harga diri rendah yaitu : 1.

Data Subjektif o Mengintrospeksi diri sendiri. o Perasaan diri yang berlebihan. o Perasaan tidak mampu dalam semua hal. o Selalu merasa bersalah o Sikap selalu negatif pada diri sendiri. o Bersikap pesimis dalam kehidupan. o Mengeluh sakit fisik. o Pandangan hidup yang terpolarisasi. o Menentang kemampuan diri sendiri. o Menjelek-jelekkan diri sendiri. o Merasakan takut dan cemas dalam suatu keadaan. o Menolak atau menjauh dari umpan balik positif. o Tidak mampu menentukan tujuan.

2.

Data Obyektif o Produktivitas menjadi menurun. o Perilaku distruktif yang terjadi pada diri sendiri. o Perilaku distruktif yang terjadi pada orang lain. o Penyalahgunaan suatu zat. o Tindakan menarik diri dari hubungan sosial. o Mengungkapkan perasaan bersalah dan malu. o Muncul tanda depresi seperti sukar tidur dan makan. o Gampang tersinggung dan mudah marah.

V.

Rentang Respons

VI.

Mekanisme Koping

Seseorang dengan harga diri rendah memiliki mekanisme koping jangka pendek dan jangka panjang. Jika mekanisme koping jangka pendek tidak memberikan hasil yang telah diharapkan individu, maka individu dapat mengembangkan mekanis koping jangka panjang Mekanisme tersebut mencakup sebagai berikut : 1.

Jangka Pendek

a.

Aktivitas yang dilakukan untuk pelarian sementara yaitu : pemakaian obat-obatan, kerja keras, nonton tv secara terus menerus.

b.

Aktivitas yang memberikan penggantian identitas bersifat sementara, misalnya ikut kelompok sosial, agama, dan politik).

c.

Aktivitas yang memberikan dukungan bersifat sementara misalnya perlombaan.

2.

Jangka Panjang

a.

Penutupan identitas : terlalu terburu-buru mengadopsi identitas yang disukai dari orangorang yang berarti tanpa memperhatikan keinginan atau potensi diri sendiri.

b.

Identitas Negatif : asumsi identitas yang bertentangan dengan nilai-nilai dan harapan masyarakat.

VII. Pohon Masalah

Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji Masalah keperawatan yang dapat diambil dari pohon masalah diatas adalah : 1.

Ketidakefektifan mekanisme koping

2.

Harga diri rendah.

3.

Isolasi sosial.

4.

Perubahan persepsi sensori : halusinasi

5.

Resiko tinggi perilaku kekerasan.

VIII.

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan merupakan pernyataan yang dibuat oleh perawat tentang masalah atau status kesehatan klien, yang ditetapkan berdasarkan analisis dan interprestasi data hasil pengkajian. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, perawat dapat merumuskan masalah yaitu Harga Diri Rendah Kronik. IX. Rencana tindakan keperawatan Tindakan keperawatan harga diri rendah dilakukan terhadap pasiendan keluarga/ pelaku yang merawat klien. Saat melakukan pelayanan di poli kesehatan jiwa, Puskesmas atau kunjungan rumah, perawat menemui keluarga terlebih dahulu sebelum menemui klien.

Bersama keluarga, perawat mengidentifikasi masalah yang dialami pasiendan keluarga. Setelah itu, perawat menemui pasienuntuk melakukan pengkajian dan melatih cara untuk mengatasi harga diri rendah yang dialami klien. Setelah perawat selesai melatih pasienmaka perawat kembali menemui dan melatih keluarga untuk merawat klien, serta menyampaikan hasil tindakan yang telah dilakukan terhadap pasiendan tugas yang perlu keluarga lakukan yaitu untuk membimbing pasienmelatih kegiatan yang telah diajarkan oleh perawat untuk mengatasi harga diri rendah. Tindakan keperawatan untuk pasiendan keluarga dilakukan pada setiap pertemuan, minimal empat kali pertemuan dan dilanjutkan sampai pasiendan keluarga mampu mengatasi harga diri rendah. a. Tindakan Keperawatan untuk PasienHarga Diri Rendah Tujuan: Pasienmampu: 1) Membina hubungan saling percaya 2) Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 3) Menilai kemampuan yang dapat digunakan 4) Menetapkan/ memilih kegiatan yang sesuai kemampuan 5) Melatih kegiatan yang telah dipilih sesuai kemampuan 6) Merencanakan kegiatan yang telah dilatihnya Tindakan Keperawatan: 1) Membina hubungan saling percaya, dengan cara: • Ucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan klien. • Perkenalkan diri dengan klien: perkenalkan nama dan nama panggilan yang Perawat sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasienyang disukai. • Tanyakan perasaan dan keluhan pasiensaat ini. • Buat kontrak asuhan: apa yang Perawat akan lakukan bersama klien, berapa lama akan dikerjakan, dan tempatnya dimana. • Jelaskan bahwa Perawat akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan terapi. • Tunjukkan sikap empati terhadap klien. • Penuhi kebutuhan dasar pasienbila memungkinkan. 2) Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah : • Identifikasi kemampuan melakukan kegiatan dan aspek positif pasien(buat daftar kegiatan) • Beri pujian yang realistik dan hindarkan memberikan penilaian yang negatif setiap

kali bertemu dengan klien. 3) Membantu pasiendapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah : • Bantu pasienmenilai kegiatan yang dapat dilakukan saat ini (pilih dari daftar kegiatan): buat daftar kegiatan yang dapat dilakukan saat ini. • Bantu pasienmenyebutkannya dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan klien. 4) Membantu pasiendapat memilih/menetapkan kegiatan berdasarkan daftar kegiatan yang dapat dilakukan. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah : • Diskusikan kegiatan yang akan dipilih untuk dilatih saat pertemuan. • Bantu pasienmemberikan alasan terhadap pilihan yang ia tetapkan. • Latih kegiatan yang dipilih (alat dan cara melakukannya). • Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan dua kali per hari. • Berikan dukungan dan pujian yang nyata setiap kemajuan yang diperlihatkan klien. 5) Membantu pasiendapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuannya dan menyusun rencana kegiatan. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah : • Berikesempatan pada pasienuntuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan. • Beri pujian atas aktivitas/kegiatan yang dapat dilakukan pasiensetiap hari. • Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap aktivitas. • Susun daftar aktivitas yang sudah dilatihkan bersama pasiendan keluarga. • Beri kesempatan pasienuntuk mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan kegiatan. • Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktivitas yang dilakukan klien. b. Tindakan Keperawatan untuk Keluarga dengan PasienHarga Diri Rendah Keluarga diharapkan dapat merawat pasienharga diri rendah di rumah dan menjadi sistem pendukung yang efektif bagi klien. 1) Tujuan: Keluarga mampu: a) Mengenal masalah harga diri rendah b) Mengambil keputusan untuk merawat harga diri rendah c) Merawat harga diri rendah d) Memodifikasi lingkungan yang mendukung meningkatkan harga diri klien e) Menilai perkembangan perubahan kemampuan klien

f) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan 2) Tindakan Keperawatan: a) Mendiskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat klien b) Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, proses terjadinya harga diri rendah dan mengambil keputusan merawat klien c) Melatih keluarga cara merawat harga diri rendah d) Membimbing keluarga merawat harga diri rendah e) Melatih keluarga menciptakan suasana keluarga dan lingkungan yang mendukung meningkatkan harga diri klien f) Mendiskusikan tanda dan gejala kekambuhan yang memerlukan rujukan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan g) Menganjurkan follow up ke fasilitas pelayanan kesehatan secara teratur. 7. Evaluasi Kemampuan Pasiendan Keluarga dalam Merawat PasienHarga Diri Rendah a. Keberhasilan pemberian asuhan keperawatan apabila pasiendapat: 1) Mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 2) Menilai dan memilih kemampuan yang dapat dikerjakan 3) Melatih kemampuan yang dapat dikerjakan 4) Membuat jadwal kegiatan harian 5) Melakukan kegiatan sesuai jadwal kegiatan harian 6) Merasakan manfaat melakukan kegiatan positif dalam mengatasi harga diri rendah b. Keberhasilan pemberian asuhan keperawatan apabila keluarga dapat: 1) Mengenal harga diri rendah yang dialami pasien(pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya harga diri rendah) 2) Mengambil keputusan merawat harga diri rendah 3) Merawat harga diri rendah 4) Menciptakan suasana keluarga dan lingkungan yang mendukung pasienuntuk meningkatkan harga dirinya 5) Memantau peningkatan kemampuan pasiendalam mengatasi harga diri rendah 6) Melakukan follow up ke Puskesmas, mengenal tanda kambuh, dan melakukan rujukan.

STRATEGI PELAKSANAAN STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan Ke : Satu (1) Hari/Tanggal

:

Nama Klien

:

A. Proses Keperawatan 1.

Kondisi Klien Klien mengatakan dirinya jelek Klien megatakan lebih senang sendiri Klien terlihat menyendiri Klien terlihat murung dan tidak berinteraksi dengan orang lain.

2.

Diagnosa Keperawatan:  Harga diri rendah

3.

Tujuan Khusus Klien dapat membina hubungan saling percaya Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuannya

4. Tindakan Keperawatan: membina hubungan saling percaya mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuannya A. Strategi Komunikasi 1. ORIENTASI: a.

Salam terapeutik: “Selamat pagi, ibu. Perkenalkan nama saya Siti Wardah. Saya biasa dipanggil siti . Saya perawat yang menjaga ibu pagi ini. Nama ibu siapa? Biasa dipanggil siapa.”

b.

Evaluasi/Validasi: Bagaimana perasaan ibu ”Y” hari ini ? apa keluhan ibu ”Y”  hari ini? Apakah tidur ibu “Y” nyenyak?

c.

Kontrak Topik

: Baik lah bagaimana kalau kita membicarakan tentang perasaan ibu dan

kemampuan yang ibu miliki? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih

dapat ibu dilakukan. Setelah kita nilai, kita akan pilih beberapa kegiatan untuk kita latih . Waktu

: Mau berapa lama, ibu? Bagaimana kalau 15 menit?

Tempat : Mau dimana kita berbincang-bincang/ bagaimana kalau diruang tamu? a. Tujuan

: Menjelaskan pentingnya kebersihan diri

2. KERJA: “Sebelumnya saya ingin menanyakan tentang penilaian ibu terhadap diri ibu, tadi ibu mengatakan merasa tidak berguna kalau dirumah. Apa yang menyebabkan ibu merasa demikian? Jadi ibu merasa telah gagal memenuhi keinginan orang tua ibu, apakah ada hal lain yang tidak menyenangkan yang ibu rasakan? Bagaimana hubungan ibu dengan keluarga dan teman-teman setelah setelah ibu merasakan hidup ibu yang tidak berarti dan tidak berguna?, oo jadi ibu menjadi malu dan malam, ada lagi bu?. Tadi ibu mengatakan gagal dalam memenuhi keingina orang tua. Sebenarnya apa saja harapan dan cita-cita ibu?. Yang mana saja harapan ibu yang sudah tercapai?. Bagaimana usaha ibu untuk mencapai harapan yang belum terpenuhi? Agar dapat mencapai harapan-harapan ibu, mari kita sama-sama menilai kemampuan yang ibu miliki untuk dilatih dan dikembangkan. Coba ibu sebutkan kemampuan apa saja yang ibu pernah miliki?, bagus apalagi bu? Kegiatan rumah tangga yang bisa ibu lakukan? Bagus, apalagi bu? Wah bagus sekali ada 5 kemampuan dan kegiatan yang ibu miliki. Nah sekarang dari lima kemampuan yang ibu miliki mana yang masih dapat dilakukan dirumah sakit? Coba kita lihat yang pertama bisa bu? Yang kedua bu? ( sampai yang kegiatan yang kelima). Bagus sekali, ternyata ada empat kegiatan yang masih dapat ibu lakukan dirumah sakit. Nah dari keempat kegiatan yang telah dipilih untuk dikerjakan dirumah sakit, mana yang dilatih hari ini?. Baik mari kita latihan merapikan tempat tidur, tujuannya agar ibu dapat meningkatkan kemampuan merapikan tempat tidur dan merasakan manfaatnya. Dimana kamar ibu? Nah kalau kita akan merapikan tempat tidur, kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya, kemudian kita angkat seprainya dan kasurnya kita balik. Nah sekaramg kita pasang lagi seprainya. Kita mulai dari arah atas ya bu. Kemudian bagian kakinya, tarik dan masukan, lalu bagian pinggir dimasukan, sekarang ambil bantal, rapikan dan letakkan dibagian atas kepala. Mari kita lipat selimut. Nah letakkan dibagian bawah. Bagus .

Menurut ibu bagaiman perbedaan tempat tidur setelah dibersihakan dibandingkan tadi sebelum dibersihakan?” 3. TERMINASI a.

Evaluasi Subyektif

: Bagaimana perasaan ibu setelah kita latiahn merapikan

tempat     tidur? Obyektif

: “Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah merapikan

tempat?   Bagus.” Rencana Tindak Lanjut: “Sekarang mari kita masukan dalam jadwal harian ibu, mau berapa kali ibu melakukannya? Bagus 2 kali…pagi-pagi setelah bangun tidur jam 4 setelah istiraht siang. Jika ibu melakukannya tanpa diingatkan perawta ibu beri tanda M, tapi kalau ibu merapikan tempat tidur dibantu atau diingatkan perawat ibu beri tanda B, tapi kalau ibu tidak melakukannya ibu buat T.” b. Kontrak Topik

:

Bagaimana

kalau

kita

berbincang-bincang

lagi

besok.

Kita

berbincangbincang bagaimana cara-cara berhias Waktu

: Mau jam berapa ibu? Mau berapa menit? Baiklah, besok jam 10 kita

ketemu lagi ya bu. Tempat : Mau dimana kita berbincang-bincang?

DAFTAR PUSTAKA http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Keperawatan-JiwaKomprehensif.pdf (diakses 04 oktober 2021) Nurhalimah. (2016). Modul Bahan Ajar Keperawatan Jiwa. Pusdik SDM Kesehatan.

NANDA NIC-NOC. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Jogjakarta : Medication Jogja. Stuart, G. W.dan Sundeen, S.J. 2013. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 3. Jakarta : EGC. \

Similar documents

LP SP HDR

Ririn - 162.2 KB

LP SP HDR

fahmi almaakii - 326.4 KB

1.3 LP SPTK HDR

Entis Sutisna - 545.7 KB

SP HDR

UnandFkep 1A2019 - 142.7 KB

HDR (SP)

Trivena Debora - 69.8 KB

SP 2 HDR -1914301024

Zam Salwa - 89.8 KB

LP SP RPK,,

fahmi almaakii - 320.1 KB

LP SP RPK

Devita Feby - 134.9 KB

LP & SP PK

Irine Bella Priastika - 197.9 KB

SP HDR 1

novikaana - 113.5 KB

LP & SP PK

118027 EKA INDRIYANI KHUSAENAH - 140.6 KB

SP HDR 2

Shintya Alkhoiriyah - 75.6 KB

© 2023 VDOCS.PL. Our members: VDOCS.TIPS [GLOBAL] | VDOCS.CZ [CZ] | VDOCS.MX [ES] | VDOCS.PL [PL] | VDOCS.RO [RO]